0
Pesantren Al-Fatah Maos Cilacap, Beri Kontribusi Dengan Prestasiby Adminon.Pesantren Al-Fatah Maos Cilacap, Beri Kontribusi Dengan PrestasiOleh : Rendy Setiawan, Alumni Al Fatah Maos Angkatan Tahun 2012 Pondok Pesantren Al-Fatah berpusat di Cileungsi, Bogor, Jawa barat, dikenal memiliki cabang di sekitar 20 tempat di Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, hingga Maluku. Salah satunya adalah Pondok Pesantren Al-Fatah Maos, Cilacap, Jawa Tengah. Letaknya, jauh di pedesaan, sekitar 30 km dari […]

Oleh : Rendy Setiawan, Alumni Al Fatah Maos Angkatan Tahun 2012

Pondok Pesantren Al-Fatah berpusat di Cileungsi, Bogor, Jawa barat, dikenal memiliki cabang di sekitar 20 tempat di Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, hingga Maluku.

Salah satunya adalah Pondok Pesantren Al-Fatah Maos, Cilacap, Jawa Tengah.

Letaknya, jauh di pedesaan, sekitar 30 km dari kota Cilacap, atau sekitar 230 km dari ibukota Jawa Tengah, Semarang. Tentu saja jauh dari hiruk-pikuk keramaian kota, di samping kawasan itu juga terbilang sedikit jumlah madrasahnya.

Sehingga, dengan adanya Pesantren Al-Fatah Maos, mampu memberikan warna tersendiri bagi dunia pendidikan di wilayah itu, yang saat ini semakin perlu untuk meningkatkan pengetahuannya.

Namun, meskipun jauh dari keramaian kota, hal itu tidak menyurutkan langkah maju Pesantren Al-Fatah Maos untuk memberikan kontribusi dan menyerukan dakwah manusia kepada Islam.

Sejarah Singkat

Pimpinan (Mudir) Pesantren Al-Fatah Maos, K.H. Arif Hizbullah,Lc.,MA, yang juga salah satu penggagas Al-Fatah Maos, yang berdiri tahun 1996 itu, memiliki harapan untuk menghasilkan generasi-generasi terbaik.

“Alumni Al-Fatah kami harapkan menjadi generasi yang siap berjuang menegakkan kalimat Allah, melanjutkan misi yang telah dijalankan sejak zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,” ujar K.H. Arif Hizbullah kepada Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj Islamic News Agency), beberapa waktu lalu.

Penulis pun merasakan betul, ketika alumni Universitas Islam Malaysia tersebut saat memberikan tausiyah kepada santri-santrinya.

Ia dikenal sabar dan penuh harapan, membimbing santri-santrinya agar kelak menjadi insan yang memiliki kontribusi terhadap kejayaan Islam.

Seiring perjalanan waktu, kini Al-Fatah Maos menjelma menjadi salah satu pesantren yang cukup berkualitas. Bukan semata dari segi bangunan fisiknya, yang terus dibangun. Akan tetapi dari para alumninya, yang terus memberikan kontribusi kebaikan bagi perkembangan dakwah Islam di Indonesia.

Kurikulum Al-Fatah

Dalam mencapai tujuannya dan dengan didorong rasa tanggung jawab, Yayasan Shuffah Hizbullah (Al-Fatah) berpartisipasi dalam pembenahan dan peningkatan kualitas pendidikan pesantren terpadu, yang memadukan antara kurikulum pesantren salafiyah dengan kurikulum pendidikan nasional.

Untuk mengembangkan wawasan iptek, Pesantren dengan jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Al-Fatah Maos, melakukan kunjungan-kunjungan ilmiah. Di antaranya kunjungan ke Stasiun Meteorologi  Cilacap, 2014 lalu.

Diharapkan dengan sistem tersebut, perepaduan imtaq (iman taqwa) dan iptek (ilmu pengetahuan teknologi), dapat membekali para santri, dengan aqidah dan manhaj yang lurus, akhlak yang mulia serta ilmu pengetahuan.

Hal itu tidak lain adalah untuk mengantarkan mereka melanjutkan belajar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sesuai dengan minat dan bakat serta cita-cita luhur yang diinginkan.

Generasi Berkualitas

Dengan visi mewujudkan generasi beriman dan bertaqwa yang berwawasan ilmu pengetahun dan teknologi, Pesantren Al-Fatah Maos mengemban misi membina para santri agar bertaqwa kepada Allah, bertanggung jawab dan berakhlaq mulia dalam melaksanakan Al-Quran dan As-Sunnah. Di samping itu juga bermisi membekali santri dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dengan landasan itu, Al-Fatah Maos meraih gelar juara di bidang agama dan bidang pelajaran umum. Hal ini tentu menjadi sesuatu yang positif, mengingat, belakangan ini, madrasah selalu di nomorduakan para wali murid, yang merasa enggan memasukan putera-puterinya ke pesantren.

Beberapa gelar juara itu antara lain, juara 1 Tahfidz MTs tingkat kabupaten tahun 2012. Al-Fatah Maos juga berhasil keluar sebagai juara 1 lomba Nahwu tingkat kabupaten, dan juara 1 lomba pidato Bahasa Inggris antar Sekolah Menengah Pertama (SMP/sederajat) tingkat kabupaten di tahun yang sama.

Selanjutnya, MTs Al-Fatah juga meraih gelar juara3 Kompetisi Sains Madrasah Matematika, tingkat Kabupaten, dan menjadi juara 1 Tahfidz untuk tingkat kecamatan.

Pada tahun 2014, Al-Fatah Maos menempatkan posisinya sebagai salah satu madrasah terbaik dengan memperoleh beberapa penghargaan.

Seperti tidak ingin tertinggal dengan tingkat MTs, tingkat MA pun berhasil meraih beberapa gelar juara, di antaranya,  menjadi juara 1 Tahfidz untuk tingkat kacamatan tahun 2013, meraih juara 1 Tartil Al-Quran tingkat kecamatan. Pada tahun berikutnya, Al-Fatah Maos juga mampu meraih gelar juara 1 untuk Kompetisi Sains Madrasah Biologi tingkat Kabupaten.

Kini, Pesantren Al-Fatah dengan alamat lengkap Kompleks Masjid Syamsul Huda Jalan Raya Maos Lor, Maos, Cilacap, Jawa Tengah itu terus berbenah menghadapi tahun ajaran baru mendatang.

Sumber : www.mirajnews.com/id

Author: 

 

Tinggalkan Balasan